Jadwalbola.id
Jadwalbola.id

Misi Hampir Mustahil, Bisa Apa Liverpool Tanpa Mohamed Salah?

Mengejar defisit tiga gol, terancam tak diperkuat Mohamed Salah, Liverpool butuh mukjizat untuk comeback hadapi Barcelona di Anfield.

"Ya, namun Roma memiliki gol tandang. Ini jelas jauh berbeda," ujar Jurgen Klopp, menanggapi pembicaraan mengenai potensi comeback Liverpool kala menghadapi Barcelona di leg kedua semi-final Liga Champions Selasa malam ini di Anfield.

Masih lekang di ingatan bagaimana Roma melakukan kebangkitan fenomenal saat tertinggal 4-1 lalu memutar takdir dengan meraih kemenangan 3-0 atas Los Blaurgana di Olimpico untuk mengamankan satu tempat di fase semi-final UCL musim lalu.

Klopp memahami, klub ibu kota Italia itu berbekal gol tandang, sementara The Reds situasinya berbeda. Nihil gol tandang menyusul kekalahan 3-0 di Camp Nou, pria Jerman ini membawa misi hampir mustahil saat menyambut Barca di Anfield.

Celakanya, Liverpool kemungkinan besar akan ditinggalkan duo attacker andalannya, Roberto Firmino dan Mohamed Salah lantaran keduanya mengalami cedera.

Khususnya Salah. Liverpool tahu betul bagaimana impak yang akan diperoleh tim kala bermain tanpa pemain paling berpengaruhnya di skuat mereka.

Sang Raja Mesir mengalami cedera kepala setelah berbenturan dengan kiper Newcastle United di laga lanjutan Liga Primer Inggris akhir pekan lalu.

Butuh mengejar defisit tiga gol dengan tanpa keuntungan gol tandang, Firmino dan Salah terancam absen, Klopp tampaknya mesti dinaungi dewi fortuna untuk bisa mencipta malam magis di Anfield.

Sejarah boleh membuktikan bahwa Liverpool adalah klub yang kerap membuat momen comeback monumental. Akan tetapi, ini adalah Barca. Klopp dan pasukannya mesti menghadapi tim terbaik dunia, yang diisi deretan bintang dunia macam Lionel Messi dan Luis Saurez.

"Tidak akan mudah. Dua striker terbaik dunia [Firmino dan Salah] menepi dan kami perlu mencetak empat gol selama 90 menit. Tapi selama kami memiliki 11 pemain di lapangan, kami akan berusaha," papar Klopp.

Musim Liverpool bisa brilian bisa pula berubah jadi nestapa. Perkawinan gelar Eropa dan Inggris bisa terwujud musim ini. Selangkah lagi, mereka bisa mengamankan satu tempat di final Liga Champions, demikian juga di kancah lokal dengan gelar Liga Primer Inggris di depan mata.

Namun, sekali tergelincir, dahaga gelar juara Liverpool akan semakin memanjang. Dan faktanya, laskar Merseyside tidak berada di situasi favorit lantaran mereka berada dalam misi hampir mustahil.

Di kancah domestik, hanya ketersandungan Manchester City yang bisa membuat Liverpool juara di laga pamungkas, itu pun seandainya mereka bisa meraup poin maksimal demi keluar sebagai juara.

Sementara di UCL, Klopp menanti mukjizat dari skuat yang ada, dengan asumsi starting XI mereka malam ini benar-benar minus Firmino-Salah.

Sadio Mane dipastikan akan tampil sejak awal, namun pertanyaannya duet siapa yang akan menemani superstar Senegal tersebut? Divock Origi, yang menjadi penentu kemenangan atas Newcastle akhir pekan lalu, diyakini akan dipasang. Sementara Xherdan Shaqiri dan Daniel Sturridge bakal dipertimbangkan salah satunya untuk melengkapi trisula.

Di leg pertama, secara mengejutkan, Klopp memplot Gini Wijnaldum sebagai deputi Firmino di lini depan. Hasilnya, berantakan. Pemain Belanda ini punya kecerdasan, tatapi nalurinya lebih condong untuk main sebagai gelandang angkut air. Liverpool butuh pemain yang bisa tampil menjanjikan di area lawan, sedangkan sang gelandang baru mengoleksi tiga gol sepanjang musim ini.

Opsi memanggil Rhian Brewster, striker berbakat Inggris berusia 19 tahun, bisa sangat menarik untuk melakoni laga dengan tekanan yang amat tinggi ini. Bila terjadi, akan menjadi debut senior sang penyerang.

Pilihan lainnya, Klopp dapat memaksimalkan Alex Oxlade-Chamberlain, kendati dia belum melakoni penampilan starter di musim ini sejak melawan Roma di leg pertama semi-final Liga Champions April tahun lalu. Keterlibatannya di lapangan pada musim ini juga terhitung hanya 17 menit. Kendati begitu, kecepatan yang dimilikinya dibutuhkan Liverpool untuk menjadi pembeda dalam mengejar defisit.

Klopp pasrah. Dia menyadari, Liverpool tengah mencari jalan untuk keluar dari lubang jarum. Namun setidaknya, menurutnya, bila Liverpool harus tersingkir, tersingkir dengan cara yang indah.

"Tim harus tampil sempurna untuk mengalahkan mereka. Jadi harus berusaha. Jika kami bisa membalikkan defisit dengan skor berapa pun, nama mereka [para pemain yang mencetak gol] akan selalu dikenang. Jika berhasil, luar biasa," kata Klopp.

"Namun, jika kami tidak berhasil, maka mari kita gagal dengan cara yang paling indah," jelasnya.

Di Camp Nou, Liverpool mendapatkan pelajaran brutal soal bagaimana membelenggu seorang Messi. PR The Reds bukan hanya menyerang total, sebab mereka juga tak boleh mengabaikan Virgil van Dijk di lini belakang untuk berperan sendiri dalam mengisolasi pergerakan striker yang mencetak sepasang gol di leg pertama itu.

Belum lagi bayang-bayang sang mantan pemain, Suarez. Selebrasi liarnya di perjumpaan pertama telah menyulut amarah para fans Liverpool. Menarik menantikan bagaimana Suarez bertingkah di depan publik Anfield, tempat di mana dia tiga tahun berkarier sebelum berseragam Barca.

Bisa ditebak bagaimana perasaan campur aduk Klopp antara harus mempersiapkan tim sematang mungkin tanpa sosok Firmino-Salah, mengejar ketertinggalan, dan menghentikan manuver Messi-Suarez.

Sumber: https://www.goal.com/id/berita/misi-hampir-mustahil-bisa-apa-liverpool-tanpa-mohamed-salah/1t554h9tfixtd1hei6pdbv9srt

Berlangganan update jadwal/berita terbaru via email:

0 Response to "Misi Hampir Mustahil, Bisa Apa Liverpool Tanpa Mohamed Salah?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel